Pola Makan Mencegah Jaringan Otot Lemah

Pola Makan Mencegah Jaringan Otot Lemah

Diet , cara menurunkan berat badan , tips diet , makanan diet , minuman diet , diet dengan cara sehat , makanan yang dapat menurunkan berat badan , hindari minuman yang mengagalkan diet , tips olahraga mengecilkan perut , Diet Tanpa Nasi Putih , Mitos Diet Yang Menaikkan Berat Badan , Manfaat Daun Singkong , Berbahaya Jika BB Turun Drastis , Air Putih Bisa Menurunkan Berat Badan , Manfaat Tepung Jagung Untuk Diet , Makanan Berkalori Rendah Untuk Diet , Efek Samping Makanan Berkalori Tinggi , Fakta dan Mitos Manfaat Minum Air Hangat , Makanan Penyebab Diabetes , Pola Makan Mencegah Jaringan Otot Lemah , Cara Menghentikan Kebiasaan Makan Berlebih , Penyebab Dan Cara Mengatasi Anak Obesitas , Makanan dan Buah Untuk Asam Lambung , Manfaat Konsumsi Suplemen , Efek Jika Anak Mengonsumsi Minuman Berenergi , Chia Seeds , Makanan Penambah Stamina

Pola Makan Mencegah Jaringan Otot Lemah

Jika Anda kerap merasa lemah, mudah lelah, dan mudah terkena infeksi, kini saatnya memperkuat sistem kekebalan tubuh. Pasalnya, sistem ini penting guna melindungi tubuh dari bakteri, virus, jamur, dan penyakit menular lainnya. Memperkuat sistem kekebalan tubuh dapat dilakukan dengan berbagai cara, seperti menjaga pola hidup sehat, pola tidur, dan menghindari stres.

Dilansir Step to health, Kamis (18/1/2018), makanan menjadi salah satu cara memperkuat sistem kekebalan tubuh. Apa yang masuk ke dalam tubuh kita menentukan apakah kita kebal terhadap virus atau bakteri penyebab penyakit atau tidak. Nah berikut ini kami akan memberikan anda informasi seputar Pola Makan Mencegah Jaringan Otot Lemah :

Pilihan jenis dan cara makan berikut ini diharapkan dapat membantu Anda menjaga kesehatan jaringan otot.

  • Pertumbuhan jaringan otot dapat didukung dengan konsumsi daging tanpa lemak sebagai sumber asam amino, zat besi, dan protein. Daging ayam berwarna gelap menyediakan nutrisi zinc hingga tiga kali lebih banyak dan zat besi 25 persen lebih banyak dibandingkan daging putih. Kedua zat ini dibutuhkan untuk memperkuat sistem kekebalan tubuh. Meski demikian, seorang dokter pakar protein mengingatkan bahwa mengonsumsi protein terlalu banyak dengan intensitas aktivitas yang sama justru dapat menambah kalori sehingga meningkatkan massa lemak
  • Pastikan piring Anda terisi dengan sepertiga buah dan sayur, sepertiga protein bebas lemak seperti ayam dan telur, dan sepertiganya lagi adalah karbohidrat sehat, seperti nasi merah, roti gandum utuh, atau pasta.
  • Susu rendah lemak menyediakan kalsium, kalium, vitamin D, protein, dan karbohidrat.
  • Seorang pakar nutrisi olahraga menyarankan susu cokelat sebagai minuman pemulih tenaga yang diminum sejam pascaolahraga untuk memberi nutrisi pada jaringan otot. Makanlah 1-2 jam setelah olahraga untuk memulihkan nutrisi tubuh. Yoghurt juga dapat dicoba jika Anda mengalami intoleransi laktosa.
  • Mengonsumsi sebutir telur sehari baik untuk memenuhi kebutuhan asam amino harian. Sebagian protein bersumber dari kuning telur. Jadi, jangan buang kuning telur karena lutein yang terkandung di dalamnya dapat menjaga kesehatan mata.
  • Sebagai kudapan, kacang mentah  maupun rebus tanpa diasinkan dapat memberi protein, lemak baik, vitamin, serat dan zat antioksidan yang baik untuk tubuh.
  • Gandum utuh adalah sumber karbohidrat baik yang juga mengandung serat, antioksidan, dan vitamin.

Makanlah sebelum berolahraga, terutama karbohidrat. Karbohidrat memenuhi kebutuhan energi dan mencegah protein digunakan sebagai sumber energi. Meski begitu, konsumsi karbohidrat tetap tidak boleh berlebihan karena protein tetap dibutuhkan untuk menambah kekuatan serta memulihkan jaringan otot. Selain itu, protein juga berfungsi untuk memproduksi hormon dan sistem imun tubuh.

Dua puluh gram protein adalah jumlah yang direkomendasikan untuk merangsang sintesis protein otot harian. Jumlah ini kurang lebih setara dengan dua cangkir susu. Namun jumlah kebutuhan pastinya tergantung kepada berat tubuh masing-masing.

Untuk mendapat manfaat maksimal, disarankan untuk melengkapi konsumsi nutrisi-nutrisi ini dengan latihan kekuatan fisik setidaknya 30-45 menit sebanyak dua kali dalam seminggu. Latihan ini juga berperan mengurangi risiko cedera otot dan sendi serta mencegah osteoporosis dan yang paling penting adalah tetap menjaga kekuatan otot agar tetap prima.