Efek Samping Makanan Berkalori Tinggi

Efek Samping Makanan Berkalori Tinggi

Diet , cara menurunkan berat badan , tips diet , makanan diet , minuman diet , diet dengan cara sehat , makanan yang dapat menurunkan berat badan , hindari minuman yang mengagalkan diet , tips olahraga mengecilkan perut , Diet Tanpa Nasi Putih , Mitos Diet Yang Menaikkan Berat Badan , Manfaat Daun Singkong , Berbahaya Jika BB Turun Drastis , Air Putih Bisa Menurunkan Berat Badan , Manfaat Tepung Jagung Untuk Diet , Makanan Berkalori Rendah Untuk Diet , Efek Samping Makanan Berkalori Tinggi , Fakta dan Mitos Manfaat Minum Air Hangat , Makanan Penyebab Diabetes

Efek Samping Makanan Berkalori Tinggi

Kamu pasti sudah tahu kalau ingin mendapatkan tubuh yang sehat kamu harus mengonsumsi makanan yang sehat pula. Itu berarti makanan yang bisa memenuhi asupan nutrisi kamu tiap hari.

Kalori adalah salah satu nutrisi penting buat tubuh kamu, ialah yang memberikan energi untuk kamu beraktivitas sehari-hari. Ada banyak makanan berkalori tinggi yang sehat, tapi yang tidak sehat juga tak kalah banyak. Menurut nutritional therapist Frances Phillips, penting untuk mengetahui apa saja yang termasuk makanan berkalori “kosong” alias empty calories tersebut, “Meskipun boleh mengonsumsi makanan tersebut, tapi ada hal yang bisa dilakukan untuk membuatnya jadi lebih sehat,” tuturnya.

Hmm, apa saja yang termasuk makanan berkalori “kosong” tersebut? Berikut adalah Efek Samping Makanan Berkalori Tinggi  :

Obesitas

Berat badan yang bertambah disebabkan asupan kalori yang masuk ke dalam tubuh lebih banyak daripada yang dibakar. Obesitas dapat menjadi penyakit genetik yang bisa diturunkan dari anggota keluarga, yang sebelumnya telah mengidapnya. Keluarga jugalah yang cenderung membentuk pola makan dan gaya hidup berlebihan di keseharian sehingga memicu seseorang mengalami obesitas.

Penyakit Jantung

Berapa banyak makanan yang dikonsumsi sama pentingnya dengan apa jenis makanan yang dimakan. Untuk menghindari risiko terkena penyakit jantung, terapkan porsi makan secukupnya mulai sekarang. Jangan lupa, untuk menambahkan porsi makanan berkalori rendah, kaya nutrisi, dan mengurangi asupan sodium.

Stroke

Ketika kolesterol yang masuk melalui makanan terlalu tinggi kadarnya, maka hal ini akan mempermudah terjadinya penggumpalan darah yang berujung pada timbulnya stroke iskemik. Di sisi lain, tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol akibat berat badan berlebih atau obesitas juga dapat meningkatkan risiko terjadinya stroke hemoragik.

Makanan berkalori tinggi seperti fast food sulit membuat perut kenyang. Ini yang menyebabkan penikmat junk food, makan secara berlebihan. Peneliti menemukan faktor-faktor pada makanan berkalori tinggi yang membuat orang makan secara berlebihan disebabkan:

  • Kadar kalori tinggi walau dalam porsi yang sedikit.
  • Tinggi kandungan lemak, gula dalam bentuk cair, dan palabilitas yang menjadikan makanan selalu terasa enak.
  • Sedikit kandungan serat yang berguna bagi kesehatan sistem pencernaan.

Kandungan gula pada makanan berkalori tinggi menjadi sumber kalori ekstra yang tidak dibutuhkan tubuh. Kalori ekstra berperan dalam memberi tambahan berat badan dan turut berkontribusi mengakibatkan penyakit jantung. Bagi Anda yang belum bisa menghindari makanan berkalori tinggi, disarankan untuk mengimbanginya dengan latihan atau olah raga secara rutin.

Anda tidak perlu menjauhi makanan berkalori karena tubuh kita pun tetap mengandalkan asupan kalori untuk menjaga berat badan. Hanya saja mengonsumsi makanan berkalori tinggi harus diimbangi dengan diet sehat dan berolahraga. Serta, mulai biasakan diri Anda mengonsumsi makanan berkalori rendah yang layak sebagai asupan harian Anda.