Efek Jika Anak Mengonsumsi Minuman Berenergi

Efek Jika Anak Mengonsumsi Minuman Berenergi

Diet , cara menurunkan berat badan , tips diet , makanan diet , minuman diet , diet dengan cara sehat , makanan yang dapat menurunkan berat badan , hindari minuman yang mengagalkan diet , tips olahraga mengecilkan perut , Diet Tanpa Nasi Putih , Mitos Diet Yang Menaikkan Berat Badan , Manfaat Daun Singkong , Berbahaya Jika BB Turun Drastis , Air Putih Bisa Menurunkan Berat Badan , Manfaat Tepung Jagung Untuk Diet , Makanan Berkalori Rendah Untuk Diet , Efek Samping Makanan Berkalori Tinggi , Fakta dan Mitos Manfaat Minum Air Hangat , Makanan Penyebab Diabetes , Pola Makan Mencegah Jaringan Otot Lemah , Cara Menghentikan Kebiasaan Makan Berlebih , Penyebab Dan Cara Mengatasi Anak Obesitas , Makanan dan Buah Untuk Asam Lambung , Manfaat Konsumsi Suplemen , Efek Jika Anak Mengonsumsi Minuman Berenergi , Chia Seeds , Makanan Penambah Stamina

Efek Jika Anak Mengonsumsi Minuman Berenergi

Minuman energi biasanya menjadi minuman pokok di kalangan mahasiswa dan anak-anak klub. Sebuah penelitian yang tercantum dalam jurnal Pediatrics terbaru menemukan, minuman energi ini cenderung berbahaya bagi kesehatan anak-anak.Kandungan kafein dalam minuman tersebut malah membuat anak lelah.

Minuman ini memang dipasarkan untuk meningkatkan energi, daya tahan, dan meningkatkan kinerja. Namun minuman ini cenderung berbahaya bagi kesehatan, khususnya menghawatirkan bagi anak-anak dengan kondisi ADHD, diabetes, atau gangguan jantung.

Ketua Departemen Pediatri di University of Miami, Dr Steven Lipshultz, dan rekan-rekannya mengumpulkan semua penelitian mengenai efek kesehatan dari minuman energi dan menemukan bahwa tidak hanya 30% sampai 50% anak-anak yang mengonsumsinya. Sementara minuman tersebut dapat merugikan dengan tidak meningkatkan tingkat kinerja atau energi secara substansial.

Apa yang menjadi kekhawatiran dokter anak adalah kenyataan bahwa minuman energi yang diklasifikasikan sebagai suplemen, tidak mengikuti aturan Food and Drug Administration (FDA). Itu berarti mereka tidak mengikuti batas aman yang ditentukan FDA yang dapat berpotensi berbahaya bagi kesehatan, seperti kadar kafein (komponen utama minuman energi) yang harus diikuti. Berikut ini kami akan berikan anda Efek Jika Anak Mengonsumsi Minuman Berenergi :

  • Sakit perut.
  • Sakit kepala.
  • Gelisah.
  • Sulit konsentrasi.
  • Membuatnya susah tidur atau insomnia.
  • Sering buang air kecil.
  • Tekanan darah tinggi.
  • Berhalusinasi.
  • Kejang-kejang.
  • Kerusakan hati.
  • Gagal ginjal.
  • Gangguan pernapasan.
  • Gagal jantung.

Di dalam minuman energi juga terkandung zat stimulan, seperti taurin, yang apabila dicampur dengan kafein bisa membuat jantung berdetak kencang. Kandungan gula yang tidak sedikit di dalam minuman energi juga dapat merusak gigi Si Kecil dan memicu dia mengalami kelebihan berat badan.

Yang perlu diketahui juga adalah minuman energi yang mungkin kamu kira baik untuk menunjang Si Kecil saat berolahraga, ternyata mungkin bisa memberi efek buruk seperti terkena serangan jantung dan irama jantung abnormal. Hal tersebut mungkin terjadi akibat serangan kafein pada tubuh yang dapat mengganggu kemampuan pembuluh arteri di sekitar jantung untuk berdilatasi atau melebar.

Jadi, saran untuk para orang tua adalah hindari memberikan minuman energi kepada Si Kecil, meski setelah dia lelah karena berolahraga. Jangan pula memberikannya minuman energi walau hanya sesekali atau sekadar mencoba minumanmu, karena kafein bisa menimbulkan efek ‘nagih’.

Memberikan air putih ketika dia haus atau menyajikan minuman yang memiliki nutrisi yang baik bagi perkembangan tubuhnya, seperti susu rendah lemak atau jus, saat waktunya makan lebih diutamakan.

Oia, apabila anakmu aktif berolahraga dan mungkin dia sudah terbiasa dengan mengonsumsi minuman energi, kamu harus segera menghentikan kebiasaan tersebut. Berikan penanaman padanya bahwa dia tetap bisa optimal berolahraga tanpa minuman energi. Yang terpenting adalah Si Kecil tetap semangat dan rajin berlatih. Selain itu, dia perlu didukung dengan mengonsumsi makanan bergizi seimbang serta banyak istirahat.

Cara alami tersebut bisa, kok, membuat tubuhnya tetap berenergi saat berada di lapangan. Biasakan agar Si Kecil tidak bergantung pada minuman energi.