Cara Diet Ketika Hamil

Cara Diet Ketika Hamil

Diet , cara menurunkan berat badan , tips diet , makanan diet , minuman diet , diet dengan cara sehat , makanan yang dapat menurunkan berat badan , hindari minuman yang mengagalkan diet , tips olahraga mengecilkan perut , Macam Push Up Yang Melangsingkan , Manfaat Sit Up untuk Otot dan Tubuh Ideal , Cemilan Untuk Diet Debm , Khasiat Quaker Oat Untuk Diet , Efek Samping Diet Apel , Cara Diet Dengan Ubi Kayu , Makanan Sehat untuk Diet Kolesterol , Khasiat Kentang Rebus Untuk Diet , Khasiat Tahu Rebus Untuk Diet , Khasiat Roti Tawar Untuk Diet , Manfaat Diet Militer Bagi Kesehatan , Program Diet Untuk Obesitas , Efek Samping Diet Dengan Herbalife , Daftar Susu Penurun Berat Badan Paling Cepat , Jus Sayur Untuk Diet Sehat , Khasiat Sawi Untuk Diet , Resep Salad Sayur Untuk Diet , Bahaya Gorengan Untuk Diet , Khasiat Lada Hitam Untuk Diet , Diet Kentang Rebus , Manfaat Push Up Sebelum Tidur , Gerakan Mengecilkan Perut dan Pinggang , Diet Rendah Lemak , Cara Diet Dengan Daun Seledri , Efek Samping Obat Pelangsing , Diet Matahari , Bahaya Tidur Setelah Makan Bagi Kesehatan , Bahaya Diet Tinggi Protein , Kesalahan Dalam Diet , Cara Diet Ketika Hamil , Cara Diet GM Yang Benar , Pantangan Diet Mayo

Cara Diet Ketika Hamil

Pada dasarnya ibu hamil perlu mengonsumsi makan-makanan yang bergizi demi mencukupi kebutuhan gizi Si Kecil dalam kandungan. Makan untuk berdua, hanyalah mitos belaka yang saat ini sudah dapat dibuktikan oleh ilmu kedokteran.

Saat hamil, bukan saatnya Mama bebas mengonsumsi apa saja tanpa perlu takut gemuk. Justru, saat hamil makanan yang Mama makan perlu lebih dijaga dibandingkan sebelum hamil. Banyak makanan-makanan yang tidak boleh dikonsumsi ibu hamil, selain itu makanan yang dikonsumsi juga harus bergizi tidak boleh asal makan.

Makanlah makanan yang berlemak, mengandung banyak gula, atau karbohidrat berlebihan justru akan membuat Mama menjadi obesitas dan bahaya untuk kehamilan serta kelahiran nantinya.

Kenaikan berat badan yang normal saat hamil biasanya berkisar 11 kg hingga 16 kg, tergantung dari berat badan Mama sebelum hamil. Mama bisa menanyakan pada dokter apakah kenaikan berat badan yang Mama alami masih tergolong normal, kekurangan, atau justru kelebihan.

Jika Mama dinyatakan obesitas, memiliki kadar gula yang tinggi, artinya Mama perlu menjalani diet. Namun, diet seperti apa yang paling baik bagi ibu hamil? Berikut adalah Cara Diet Ketika Hamil :

1. Menyusun daftar menu yang sehat dan disiplin dalam mengkonsumsinya.

Ibu hamil dapat menyusun daftar menu yang sehat untuk pola diet sesuai dengan kaidah asupan kalori yang baik bagi tubuh. Disarankan berkonsultasi dengan ahli gizi dan nutrisi dalam menyusun menu diet yang sehat tersebut. Contoh menu yang sehat misalnya mengkonsumsi masakan yang rendah lemak dan tidak mengandung terlalu banyak gula.

2. Minum air putih 8 gelas sehari

Ibu hamil sangat dianjurkan banyak minum air putih karena untuk mencegah dehidrasi dan menjaga agar tidak mudah merasa lapar. Air putih baik juga untuk detoksifikasi, menetralisir racun dalam tubuh. Selain itu banyak minum air putih juga menjaga keseimbangan gula darah.

3. Makan dengan porsi yang sewajarnya 

Untuk mencegah risiko tersedak, apalagi ibu hamil dengan kandungan yang semakin membesar, sangat dianjurkan makan dalam keadaan yang santai dan tidak terburu-buru. Makan yang disuapkan juga tidak terlalu banyak, lakukan suapan-suapan yang kecil, kunyah selama mungkin agar mudah dicerna tubuh. Makan dengan santai juga mencegah peningkatan gula darah yang drastis pada tubuh.

4. Kurangi konsumsi gula

Untuk mencegah diabetes dan obesitas, ibu hamil tidak disarankan mengkonsumsi makanan atau minuman yang mengandung banyak gula. Beberapa contohnya seperti minuman bersoda, teh dalam kemasan, coklat, es krim, permen dan lain lain. Meskipun terkadang ibu hamil memiliki keinginan yang tinggi dengan makanan dan minuman yang manis akan tetapi harus tetap dikontrol nafsu makannya dan jangan membiarkan kebablasan untuk terus makan dan minum yang terlalu manis dalam jumlah banyak.

5. Pilih cemilan yang sehat dan mengenyangkan

Kebutuhan energi tetap harus diperhatikan. Untuk itu ibu hamil tidak dilarang untuk mengemil makanan asalkan itu sehat dan tidak membahayakan. Beberapa contohnya antara lain :

  • Salad buah atau sayur dengan dressing yang ringan
  • Telor rebus
  • Kacang Mete atau Almond
  • Yogurt dengan campuran buah-buahan
  • Sereal atau oat dengan susu rendah lemak
  • Makanan rebusan atau kukusan seperti ubi rebus atau singkong rebus
  • Tortilla dengan sayuran
  • Asparagus yang dikukus
  • Granola Bar
  • Kismis
  • Kurma dan lain lain

6. Atur waktu makan yang baik

Untuk mencegah penumpukan lemak dalam tubuh, disarankan jarak antara waktu makan dan tidur agak jauh. Terutama bagi ibu hamil dengan kandungan yang sudah membesar, terkadang waktu makan yang terlalu berdekatan dengan tidur menyebabkan perutnya menjadi tidak nyaman. Selain itu waktu makan yang tidak terlalu dekat dapat membiarkan tubuh mencerna makanan dengan lebih baik.

7. Tetap beraktivitas dengan normal

Ibu hamil tetap bisa beraktivitas dengan normal, malah disarankan melakukan olahraga ringan untuk menjaga kebugaran tubuh. Aktivitas yang normal seperti memasak, membersihkan rumah dan menyapu dapat tetap dijalankan. Berolahraga ringan seperti berjalan-jalan kaki di pagi hari, merenggangkan otot dengan merentangkan tangan, berenang dan senam hamil juga dapat menjadi opsi yang dipilih untuk mengisi waktu dan menjaga berat badan tidak naik terlalu drastis.

Berat Badan Yang Normal Bagi Ibu Hamil

Berat badan yang ideal bagi ibu hamil dapat dilakukan dengan mengukur Indeks Massa tubuh atau BMI. Dengan rumus berat badan (kg) dibagi ( tinggi badan (m) dikalikan dengan tinggi badan (m)).

Misal apabila ibu hamil dengan berat badan 80 kilogram dan tinggi badan 160 cm. Maka rumus BMI adalah 80 / (1,6*1,6) = 31,25. Angka indeks massa ibu hamil tersebut adalah 31,25. Setelah itu angka indeks tersebut di cocokkan dengan rumus berat badan ideal menurut BMI, yaitu :

Pada kehamilan tunggal, berat badan ideal menurut BMI adalah :

  • Ibu hamil dengan BMI < 18,5 maka kenaikan berat badan yang normal adalah 12 kg – 18 kg
  • Ibu hamil dengan BMI 18,5 – 24,9 maka kenaikan berat badan yang normal adalah 11 kg – 15 kg
  • Ibu hamil dengan BMI 25 – 29,9 maka kenaikan berat badan yang normal adalah 6 kg – 11 kg
  • Ibu hamil dengan BMI > 30 maka kenaikan berat badan yang normal adalah 4 kg – 9 kg

Pada kehamilan tunggal, berat badan ideal menurut BMI adalah :

  • Ibu hamil dengan BMI < 18,5 dalam menentukan kenaikan berat badannya harus berkonsultasi kepada ahli gizi
  • Ibu hamil dengan BMI 18,5 – 24,9 maka kenaikan berat badan yang normal adalah 16 kg – 24 kg
  • Ibu hamil dengan BMI 25 – 29,9 maka kenaikan berat badan yang normal adalah 14 kg – 22 kg
  • Ibu hamil dengan BMI > 30 maka kenaikan berat badan yang normal adalah 11 kg – 19 kg

Dengan demikian angka indeks massa ibu hamil 31,25, maka apabila ibu hamil tersebut sedang hamil tunggal maka kenaikan berat badan yang normal berkisar 4 kg – 9 kg dan apabila ibu hamil tersebut sedang hamil kembar maka kenaikan berat badan yang normal berkisar 11 kg – 19 kg.

 

Resiko Diet Ketika Hamil

Ibu hamil dengan kelebihan berat badan akan mengalami beberapa masalah. Terutama berkaitan dengan proses kelahiran calon bayi kelak. Beberapa risiko ibu hamil dengan berat badan berlebih adalah :

  1. Diabetes
  2. Mengalami keguguran
  3. Kehamilan dengan tindakan caesarian
  4. Calon bayi juga mengalami diabetes yang diturunkan dari ibunya
  5. Bayi lahir dengan obesitas
  6. Preeklamsia
  7. Sesak Napas
  8. Penyakit Jantung
  9. Gangguan Paru-Paru
  10. Bayi rentan terkena gangguan cacat tulang belakang, cacat otak, kurang konsentrasi dan tingkat kecerdasan yang rendah

Demikianlah, cara diet bagi ibu hamil yang dapat dipraktekkan. Perlu ditekankan bahwa ibu hamil tidak disarankan melakukan diet yang ekstrim dan berlebihan. Ibu hamil agar selalu menjaga kandungan nutrisi dan asupan makanan ke dalam tubuh. Dan tetap berpikiran positif sehingga tidak memiliki nafsu makan yang berlebihan. Juga selalu menjaga kesehatan makanan yang dimakan dan tidak memakan makanan yang sudah tidak baik kondisinya atau dimasak pada lingkungan yang tidak bersih.