Bahaya Intermittent Fasting

Bahaya Intermittent Fasting

Diet , cara menurunkan berat badan , tips diet , makanan diet , minuman diet , diet dengan cara sehat , makanan yang dapat menurunkan berat badan , hindari minuman yang mengagalkan diet , tips olahraga mengecilkan perut , Pantangan Diet Buah Plum , 14 Latihan Sirkuit Membakar 1000 Kalori , Buah Yang Tidak Boleh Dimakan Saat Diet , Cara Membuat Sup Pembakar Lemak , Pantangan Diet Garam , Cara Menguruskan Badan Tanpa Olahraga , Pantangan Makanan Diet OCD , Cara Diet Untuk Anak Obesitas , Membentuk Otot Lengan Dalam 10 Menit , Tips Diet Sehat Melalui Makanan dan Olahraga , Fakta Tentang Diet Karbohidrat , Buah Diet Khusus Menurunkan Berat Badan , Daftar Makanan Diet Bersifat Alkali , Cara Diet Penderita Maag , Ramuan Alami Untuk Mengecilkan Perut , Jamu Untuk Menurunkan Berat Badan , Cara Diet Detox Secara Alami , Cara Menahan Lapar Tanpa Makan , Khasiat Es Batu Untuk Diet , Cara Membentuk Otot Perut Di Rumah , Makanan Karbohidrat Yang Dihindari Saat Diet , Manfaat Senam Zumba Bagi Wanita , Penyebab Tidak Bisa Gemuk , Khasiat Kopi Untuk Diet , Manfaat Lompat Tali Untuk Diet , Menu Diet Setelah Melahirkan , Cara Mengolah Sayuran Untuk Diet , Contoh Makanan Karbo Simplex , Pantangan Diet Militer , Bahaya Intermittent Fasting

Bahaya Intermittent Fasting

Apakah anda salah satu yang sudah melakukan banyak cara agar bisa menurunkan berat badan, tetapi timbunan lemak tak kunjung berkurang? Karena keluhan ini masih banyak dirasakan, muncul berbagai macam konsep diet populer dengan klaim sedikit usaha namun bisa menurunkan berat badan secara cepat. Sebut saja diet mayo, diet yang makanannya tidak mengandung garam, atau diet keto dengan pola makan padat lemak. Selain itu, ada diet populer lain yang mungkin sudah tak asing anda dengar. Yaitu diet IF (intermittent fasting), atau diet berpuasa. Diet IF ini bagi beberapa orang efektif dalam menurunkan berat badan, karena dalam jangka waktu tertentu seseorang diharuskan untuk berpuasa. Diet puasa ini mengombinasikan antara puasa, yang diikuti dengan periode konsumsi makanan normal. Durasi dan frekuensi periode puasa bervariasi, tergantung pada program yang diikuti oleh mereka yang hendak berdiet. Beberapa metode melibatkan puasa sampai siang hari setiap hari, atau berpuasa selama 24 jam sekali, atau 2 kali dalam seminggu, atau bahkan ada yang hanya makan besar 1 kali setiap harinya. Idenya adalah, dengan membatasi asupan kalori sesekali, bukan hari demi hari, Moms akan kehilangan berat badan sambil tetap makan hidangan favorit. Pendukung diet IF juga melakukan diet ini untuk membantu mengurangi kolesterol, tekanan darah, dan mengurangi risiko diabetes tipe 2 dengan mencegah lonjakan insulin. Tetapi tahukah anda apasaja efeknya melakukan IF , Berikut ini kami akan memberikan anda apasaja Bahaya Intermittent Fasting :

Diet puasa terdiri atas tiga metode yaitu metode 16/8, metode eat-stop-eat, dan metode 5:2. Berikut ini penjelasannya:

  • Metode 16/8 ialah cara yang memberi waktu makan selama 8 jam dan dilanjutkan dengan 16 jam puasa makan. Metode ini cocok bagi pekerja kantoran yang sibuk sehingga bisa memilih waktu makan dari pukul 11 siang hingga pukul 7 malam.
  • Metode eat-stop-eat merupakan cara mengalokasikan 24 jam untuk puasa makan lalu dilanjutkan dengan periode 24 jam lagi untuk makan.
  • Metode 5:2 ialah metode yang mengurangi porsi makan sebanyak 25% porsi makan selama dua kali seminggu yang tidak boleh berurutan.

Dari ketiga metode di atas, terdapat bahaya yang jarang disadari tapi jelas mungkin terjadi. Inilah penjelasan mengenai bahaya intermittent fasting terlengkap beserta cara menjauhinya:

1. Eating disorder

Sebagai salah satu jenis diet, intermittent fasting memiliki risiko yang paling sering terjadi kepada pelaku diet yaitu masalah atau kelainan makan. Baik keengganan makan maupun memuntahkan makanan kembali sama-sama berbahaya bagi diri sendiri. Hal ini sama saja dengan mengalami efek samping diet ekstrim yang dilarang karena membahayakan kesehatan dalam jangka panjang. Padahal pada diet puasa sendiri Anda telah menjalani fase puasa makan yang cukup sehingga tidak perlu melanjutkannya saat periode makan normal.

2. Stress

Dampak kelaparan yang belum terbiasa ialah mendatangkan stress bagi siapa saja. Terutama jika memilih metode diet yang salah. Untuk menjauhi kesalahan intermittent fasting yang satu ini, Anda dapat menanamkan pola pikir yang tepat.

Yaitu dengan menyadari bahwa fase puasa makan bukanlah siksaan tetapi hanyalah waktu istirahat bagi sistem pencernaan untuk mengolah makanan. Dengan menjauhi bahaya intermittent fasting terlengkap beserta cara menjauhinya dengan benar, maka tubuh akan menjadi lebih sehat dan sistem pencernaan bekerja secara optimal.

3. Menurunnya daya tahan tubuh

Sebagai acuan ketahanan tubuh, daya tahan menjadi suatu hal penting yang harus selalu kuat. Tetapi beberapa orang yang menjalani diet puasa kurang memahami nutrisi yang dibutuhkan saat diet oleh tubuh. Maka solusinya ialah memilih makanan yang tepat saat waktu makan. Makanan kaya serat, protein, dan mineral inilah yang sebaiknya dipilih bukannya pantangan makanan dan minuman saat diet seperti makanan cepat saji atau makanan manis yang cepat membuat lapar kembali.