Tren Diet Ular

Tren Diet Ular

Image result for Tren Diet Ular

Kita telah melihat berbagai macam jenis diet yang menjanjikan turunnya berat badan dewasa ini. Snake diet atau diet ular merupakan salah satunya.

Sesuai namanya, diet ular merupakan diet yang mengadopsi siklus makan ular yang lebih banyak berpuasa. Melalui diet ular, Cole Robinson, si pencipta diet ini menjanjikan banyak orang akan mencapai berat badan impiannya.

“Snake Diet ini dapat mengatur ulang sistem tubuh, sekaligus membantu menurunkan berat badan. Metode diet ini lebih efektif dibandingkan mengurangi porsi makanan, atau mengonsumsi makanan sehat seperti salad, sayur, dan buah setiap harinya,” kata Robinson, seperti dikutip dari situs NDTV.

Konsep dasar diet ular adalah berpuasa, Orang-orang berpikir puasa memperlambat metabolisme mereka namun jika dilakukan secara ideal, misal berpuasa dalam waktu lama kemudian menyuplai tubuhmu dengan makanan-makanan bernutrisi dan rendah karbo serta tinggi lemak, justru dapat mendorong metabolismemu. Berikut merupakan Tren Diet Ular .

1. Fase pertama

Tujuan diet ular pada fase pertama adalah ketosis. Ketosis merupakan proses metabolisme yang menimbulkan rasa lapar akibat berpuasa. Saat terjadi ketosis, tubuh akan membakar lemak untuk menghasilkan energi.

Saat berpuasa selama 48 jam, Anda diminta untuk mengonsumsi jus ular. Setelahnya, Anda dipersilakan untuk makan 1-2 jam. Tidak ada batasan atau patokan makanan yang perlu dikonsumsi. 

2. Fase kedua

Selama fase kedua diet ular, Anda akan menjalani 48-96 jam berpuasa. Sesudahnya Anda dipersilakan untuk berbuka puasa selama 1-2 jam.

Pada fase ini, Robinson mendorong Anda untuk berpuasa selama mungkin. 

3. Fase ketiga

Pada fase ketiga diet ular, puasa berlangsung selama 24-48 jam setelah makan. Secara keseluruhan, Anda diminta untuk mengabaikan tanda-tanda kelaparan. 

Padahal jika Anda mengabaikan sinyal lapar pada tubuh selama lebih dari 1-2 hari, bisa menyebabkan beragam risiko kesehatan. 

Diet ini tidak mempromosikan untuk mengusung gaya hidup sehat. Melainkan melawan rasa lapar tanpa makan. Seharusnya diet perlu dijalani dengan cara yang sehat tanpa perlu menyiksa. 

Sebelum Anda memutuskan memulai diet ular, sebaiknya dipikirkan dulu apakah ini baik untuk kesehatan Anda.

Menjalani diet dengan sehat 

Mungkin Anda bertanya apakah diet ular dapat menurunkan berat badan secara aman. Perlu diketahui, diet ular masih belum terbukti secara klinis dan ilmiah mengenai keberhasilannya. Diet ular ini juga belum mendapat rekomendasi dari ahli nutrisi.

Cara menurunkan berat badan dapat dilakukan melalui gaya hidup sehat. Bila ingin melangsungkan program diet, jangan lupa bahwa Anda perlu menikmati saat menjalaninya.

Andaikan diet ular bukan jadi pilihan Anda, ikuti beberapa tips sehat yang bisa membantu menurunkan berat badan.

1. Konsumsi protein saat sarapan

Protein dapat mengatur hormon yang memberi sinyal lapar dan kenyang. Konsumsi protein dapat menurunkan hormon ghrelin (mengatur rasa lapar) dan hormon leptin (pemberi sinyal kenyang).

Anda bisa memilih menu makanan mengandung tinggi protein, seperti telur, oats, kacang-kacangan, quinoa, sarden, maupun chia seed.

2. Menjalani intermittent fasting

Anda bisa melakukan menjalani diet puasa atau intermittent fastingIntemittent fasting ini dilakukan dengan mengatur pola makan dan puasa dalam waktu singkat. 

Sebuah studi dari International Journal Of Obesity menyebutkan diet puasa ini dapat menurunkan berat badan dalam waktu 24 minggu. Diet ini lebih mengatur pola makan dan menganjurkan puasa selama 16 jam.

Saat jam makan, jangan lupa untuk menyertakan beragam makanan berserat. Agar asupan vitamin dan mineral Anda tercukupi.

3. Makan secara sadar

Penting untuk makan secara sadar atau mindful eating. Misalnya, tidak makan terburu-buru dan tetap menikmati makanan yang disantap. Saat makan, Anda perlu mengunyahnya dengan betul dan merasakan makanan tersebut. 

Makan secara perlahan bisa membantu otak memberikan sinyal kenyang. Sehingga menghindarkan Anda makan terlalu banyak.