Tips Diet Mengatasi Masalah Jerawat

Tips Diet Mengatasi Masalah Jerawat

jerawat yang muncul di wajah tak hanya dipengaruhi oleh cara kamu menjaga kebersihannya. Ini juga dipicu juga oleh makanan yang kamu konsumsi. Oleh karena itu, menjaga makanan yang kamu konsumsi adalah salah satu cara yang tepat untuk membasmi jerawat membandel di wajah.

Agar kamu tak salah memilih makanan, berikut ini merupakan tujuh tips yang bisa bantu kamu basmi jerawat dengan mudah, seperti berikut ini kami akan memberikan anda beberapa Tips Diet Mengatasi Masalah Jerawat .

1. Low Glycemic Index diet

Glycemic index (GI) adalah ukuran di mana makanan diberi peringkat sesuai pengaruhnya terhadap kadar gula darah. Hasil studi menunjukkan bahwa diet rendah glycemic dapat mengontrol pelepasan hormon androgen yang merupakan salah satu penyebab utama jerawat. Contoh makanan low glycemic: gandum utuh, beras merah, ubi jalar, kacang-kacangan, wortel, brokoli, tomat, jamur, paprika merah, kelapa, kiri, jeruk.

Omega-3 Asam Lemak

2. Omega-3 Asam Lemak

Studi yang dipublikasikan di Lipids in Health and Disease menemukan bahwa omega-3 asam lemak adalah antiinflamasi, dan diet yang mengandung omega-3 efektif untuk menuruni tingkat keparahan jerawat.

Contoh makanan yang mengandung omega-3 asam lemak: ikan salmon, makarel, sardin, minyak hati ikan kod, tiram, kaviar, chia seeds, kedelai.

3. Vitamin A, D, dan E

Vitamin A telah terbukti dapat memerangi jerawat jika diaplikasikan secara topikal. Vitamin D yang cukup juga memperkecil kemungkinan timbulnya jerawat di kulit. Sementara vitamin E dan C, membantu merawat kulit dan mencegah jerawat.

Contoh makanan yang mengandung vitamin A, D dan E: Kentang, wortel, kuning telur, tuna, raw milk, tuna, salmon, jamur, bayam, alpukat, olive oil, tomat.

Nutrisi Lain yang Dibutuhkan dalam Diet untuk Atasi Jerawat

Stres oksidatif merupakan faktor besar penyebab jerawat. Untuk melawannya, tubuh punya antioksidan alami, namun pada tahap tertentu produksi antioksidan itu kurang memadai untuk melawan jerawat. Makanya, kita perlu support dengan asupan makanan yang tinggi antioksidan.

Contoh makanan yang mengandung antioksidan: coklat hitam, buah beri, greentea, brokoli, tomat.

Selain antioksidan, perlu juga konsumsi makanan yang tinggi zinc, seperti bayam, ayam, jamur, dan yogurt.