Teh Yang Membakar Lemak

Teh Yang Membakar Lemak

Selain kopi, teh masih termasuk dalam minuman yang disukai oleh masyarakat di seluruh dunia. Selain menyegarkan dan kaya akan kandungan antioksidan yang bisa menyehatkan tubuh, ada beberapa jenis teh yang disebut-sebut bisa membantu membakar lemak dalam tubuh, salah satunya adalah teh peppermint.

Minuman teh yang memiliki cita rasa menthol yang kuat ini ternyata bisa membuat tubuh merasa lebih nyaman. Selain itu, teh peppermint cenderung bebas kafein sehingga aman bagi mereka yang pencernaannya kurang cocok dengan kandungan ini. Tak hanya itu, teh peppermint ini kaya akan kandungan kalsium, vitamin B, potassium. Berbagai kandungan sehat ini disebut-sebut bisa membantu mereka yang mengalami masalah susah tidur, menyehatkan saluran pencernaan, mengatasi peradangan, membuat tubuh menjadi lebih rileks, serta mengatasi bau mulut.

Berikut adalah Teh Yang Membakar Lemak :

1. Teh hijau

8 Jenis Teh Ini Ternyata Lebih Baik dari Satu Jam nge-Gym Lho!

Teh hijau merupakan salah satu jenis teh yang paling efektif untuk menurunkan berat badan. Ekstrak teh hijau mengandung katekin cukup tinggi, yang dapat meningkatkan metabolisme dan meningkatkan pembakaran lemak, terutama di daerah perut.

Teh hijau juga mengandung zat bioaktif, seperti kafein dan EGCG, yang bisa memberi efek kuat pada metabolisme. Selain itu, zat dalam teh hijau juga meningkatkan kadar hormon untuk pembakaran lemak dalam sistem tubuh.

2. Teh pu’erh

8 Jenis Teh Ini Ternyata Lebih Baik dari Satu Jam nge-Gym Lho!

Teh pu’erh merupakan teh fermentasi yang berasal dari Yunnan, China. Terbagi menjadi dua jenis yaitu sheng (mentah) dan shou (matang). Mengonsumsi teh ini setelah makan mampu menekan sintesis asam lemak yang kemudian memengaruhi proses lipogenesis, mengubah lemak menjadi energi hampir segera setelah makan.

Teh pu’erh bisa mencegah lemak menumpuk dan mencegah penambahan berat badan. Dipercaya pula dapat menurunkan kadar gula darah dan kadar trigliserida darah.

3. Teh hitam

8 Jenis Teh Ini Ternyata Lebih Baik dari Satu Jam nge-Gym Lho!

Teh hitam kaya akan zat antioksidan yang disebut flavonoid, atau dikenal sebagai polifenol, yang berhubungan dengan banyak manfaat kesehatan. Salah satunya untuk penurunan berat badan.

Polifenol dalam teh hitam juga membantu produksi asam lemak rantai pendek usus, yang telah terbukti meningkatkan metabolisme. Mengonsumsi tiga cangkir teh hitam per hari dipercaya dapat mengurangi risiko diabetes tipe II sebesar 42 persen.

4. Teh oolong

8 Jenis Teh Ini Ternyata Lebih Baik dari Satu Jam nge-Gym Lho!

Berbagai penelitian menunjukkan bahwa teh oolong dapat meningkatkan proses pembakaran lemak dan memercepat metabolisme. Polifenol dalam teh oolong bisa berdampak pada penurunan berat badan. Polifenol ini membantu menjaga metabolisme agar tidak melambat saat kamu dalam masa diet ketat.

5. Teh putih

8 Jenis Teh Ini Ternyata Lebih Baik dari Satu Jam nge-Gym Lho!

Sama seperti teh hijau, teh putih mengandung katekin yang sangat tinggi. Senyawa ini dapat meningkatkan metabolisme dan meningkatkan pembakaran lemak, terutama di area perut.

6. Teh rooibos

8 Jenis Teh Ini Ternyata Lebih Baik dari Satu Jam nge-Gym Lho!

Teh rooibos atau teh merah merupakan teh herbal yang diekstrak dari daun tanaman Aspalathus linearis yang tumbuh subur di pegunungan Cedarberg, Cape Town, Afrika Selatan. Teh ini kaya antioksidan, seperti aspalathin dan nothofagin yang bisa membantu mengurangi radikal bebas berbahaya yang cenderung merusak DNA. Gula darah dianggap bisa turun dan meningkatkan resistensi insulin dengan mengonsumsi teh ini.

7. Teh cinnamon

8 Jenis Teh Ini Ternyata Lebih Baik dari Satu Jam nge-Gym Lho!

Teh cinnamon atau teh kayu manis secara alami mengandung rendah kalori dan bisa membantu mengontrol kadar gula darah. Hal ini bisa membuat kamu mengonsumsi kalori lebih sedikit dan mencegah penambahan berat badan.

8. Teh kunyit

Teh kunyit membantu mengendalikan kenaikan berat badan, menghilangkan obesitas, dan mengobati gangguan metabolisme. Curcumin, antioksidan yang ada dalam kunyit dapat menekan inflamasi di banyak sel, termasuk pankreas, lemak, dan otot.

Hal ini dapat menahan resistensi insulin, gula darah tinggi, dan kondisi metabolisme lain yang menjadi penyebab obesitas.