Manfaat Diet Basa

Manfaat Diet Basa

Tidak ada salahnya untuk mulai berdiet demi memiliki berat badan ideal. Mungkin saat ini Anda sendiri sedang berpikir untuk ikut menjalani diet alkaline, yang beberapa waktu belakangan sempat hangat dibicarakan publik. Katanya, diet ini menyimpan banyak manfaat untuk kesehatan tubuh. Namun ada baiknya Anda baca dulu informasi lengkap seputar diet alkaline dalam artikel ini – mulai dari panduannya sampai pertimbangan manfaat dan risikonya. Apakah semua orang boleh ikut diet ini?

Diet alkaline merupakan diet yang dilakukan dengan mengonsumsi makanan yang bersifat basa. Contoh makanan yang bersifat basa adalah semangka, melon jingga (cantaloupe), mangga, pir, markisa, apel, anggur, alpukat, pisang, kurma, bayam, brokoli, bawang putih, jahe, tomat, buncis, kol, seledri, timun, hingga lemon. Selain bersifat basa, makanan-makanan ini juga diperkaya oleh vitamin, mineral, serat dan antioksidan. Lantas, apa Manfaat Diet Basa? Simak di sini!

1. Mengenal diet alkaline terlebih dahulu

7 Manfaat yang Bisa Didapat dari Diet Basa atau Diet Alkaline

Kita mengenal skala pH yang berkisar dari 0-14, di mana pH kurang dari 7 menunjukkan keasaman, pH 7 bersifat netral dan pH di atas 7 menunjukkan sifat basa atau alkaline. Diet alkaline menganjurkan kita untuk mengonsumsi makanan dengan pH di atas 7. Mengapa?

Menurut Alex Zawilski, MS, RD, ahli gizi klinis dari Sharp Chula Vista Medical Center, mengatakan bahwa diet alkaline percaya kalau makanan yang bersifat asam akan menyebabkan ketidakseimbangan metabolisme. Sebaliknya, makanan bersifat basa akan mengurangi peradangan dan meningkatkan resistensi terhadap penyakit, jelasnya di laman Sharp Health News.

2. Makanan apa saja yang dianjurkan dalam diet alkaline?

7 Manfaat yang Bisa Didapat dari Diet Basa atau Diet Alkaline

Saat menjalani diet alkaline, makanan apa saja yang bisa kita makan? Mulai dari sayuran hijau seperti selada, sawi, bayam, seledri, kangkung, peterseli dan argula. Kembang kol, brokoli dan rumput laut juga baik bagi tubuh karena mengandung mineral yang tinggi.

Kamu bisa mendapatkan sumber karbohidrat dari ubi, talas, buah bit dan wortel. Selain itu, buah musiman seperti kiwi, nanas, semangka, aprikot, apel, jeruk Bali, kesemek hingga nektarin adalah buah-buahan yang dianjurkan dalam diet alkaline. Sebagai camilan, kamu bisa memakan kacang mete, almond dan chestnut, saran laman NDTV Food.

3. Apa yang tidak boleh dikonsumsi dalam diet alkaline?

7 Manfaat yang Bisa Didapat dari Diet Basa atau Diet Alkaline

Setiap diet pasti punya pantangan, termasuk diet alkaline. Ada beberapa makanan yang tidak dianjurkan untuk dikonsumsi, di antaranya adalah susu, telur, daging, ikan, nasi, gula, roti, makanan kaleng, makanan kemasan dan makanan yang melalui proses pengolahan panjang. Selain itu, alkohol dan kopi juga tidak disarankan, tegas laman Web MD.

Dengan mengikuti diet alkaline, berarti kamu memilih buah-buahan dan sayuran dibanding makanan tinggi kalori dan lemak. Selain itu, diet alkaline baik karena menghindari natrium yang ada pada makanan cepat saji.

4. Diet alkaline mengklaim bisa menurunkan berat badan

7 Manfaat yang Bisa Didapat dari Diet Basa atau Diet Alkaline

Semua jenis diet mengklaim bisa menurunkan berat badan, tak terkecuali dengan diet alkaline. Argumentasinya adalah diet alkaline mendorong kita supaya mengonsumsi buah-buahan dan sayuran lebih banyak serta mengurangi asupan makanan olahan, gula, natrium dan alkohol, terang ahli gizi klinis, Alex Zawilski di laman Sharp Health News.

Selain itu, karena kalori yang dikonsumsi lebih rendah, maka diet alkaline bisa membantu tubuh menurunkan berat badan. So, you can try this if you want to lose weight!

5. Meningkatkan kinerja ginjal

7 Manfaat yang Bisa Didapat dari Diet Basa atau Diet Alkaline

Apa keterkaitan diet alkaline dengan kesehatan ginjal? Menurut penelitian berjudul “Reducing the Dietary Acid Load: How a More Alkaline Diet Benefits Patients With Chronic Kidney Disease” yang diterbitkan di Journal of Renal Nutrition pada tahun 2017, mengatakan bahwa makanan yang sangat asam bisa mengganggu fungsi ginjal.

Bagi orang yang memiliki masalah pada ginjal, diet rendah asam bisa meningkatkan kondisi dan memperlambat perjalanan penyakit. Menurut studi tersebut, mengurangi makanan yang bersifat asam bisa menurunkan stimulasi Angiotensin II, aldosteron dan endotelin serta bisa mengurangi kerusakan ginjal.

6. Bisa mencegah kanker

7 Manfaat yang Bisa Didapat dari Diet Basa atau Diet Alkaline

Berdasarkan penelitian berjudul “Diet and Cancer Prevention: Contributions from the European Prospective Investigation into Cancer and Nutrition (EPIC) Study” yang dipublikasikan di European Journal of Cancer pada tahun 2010, menjelaskan bahwa mengurangi konsumsi daging dan makan lebih banyak buah, sayuran, dan biji-bijian bisa mencegah kanker.

Sementara, American Cancer Society (ACS) juga merekomendasikan metode diet yang serupa dengan diet alkaline, yakni menghindari makanan olahan, minuman ringan dan makanan berlemak tinggi untuk mencegah kanker.

7. Meningkatkan kadar hormon pertumbuhan

7 Manfaat yang Bisa Didapat dari Diet Basa atau Diet Alkaline

Menurut penelitian berjudul “Growth Hormone and Memory” yang dipublikasikan di Journal of Endocrinology pada tahun 2010, mengatakan bahwa diet alkaline secara alami meningkatkan kadar hormon pertumbuhan. Hormon pertumbuhan bisa mendukung komposisi tubuh dan menurunkan faktor risiko penyakit jantung.

Selain itu, kadar hormon pertumbuhan yang tinggi bisa meningkatkan fungsi otak, khususnya memori dan kognitif. Serta bisa meningkatkan kualitas hidup secara keseluruhan.