Kondisi Tubuh Jika Kekurangan Kalori

Kondisi Tubuh Jika Kekurangan Kalori

Diet , cara menurunkan berat badan , tips diet , makanan diet , minuman diet , diet dengan cara sehat , makanan yang dapat menurunkan berat badan , hindari minuman yang mengagalkan diet , tips olahraga mengecilkan perut , Pantangan Diet Buah Plum , 14 Latihan Sirkuit Membakar 1000 Kalori , Buah Yang Tidak Boleh Dimakan Saat Diet , Cara Membuat Sup Pembakar Lemak , Pantangan Diet Garam , Cara Menguruskan Badan Tanpa Olahraga , Pantangan Makanan Diet OCD , Cara Diet Untuk Anak Obesitas , Membentuk Otot Lengan Dalam 10 Menit , Tips Diet Sehat Melalui Makanan dan Olahraga , Fakta Tentang Diet Karbohidrat , Buah Diet Khusus Menurunkan Berat Badan , Jenis Kacang Yang Bagus Untuk Diet , Daftar Snack Berkalori Rendah , Efek Samping Diet Lemon , Cara Konsumsi Minyak Kelapa Untuk Diet , Daftar Minuman Penurun Berat Badan , Manfaat Sauna Untuk Diet , Cara Mengencangkan Kulit Kendur Setelah Diet , Cara Menahan Lapar Untuk Diet , Kondisi Tubuh Jika Kekurangan Kalori , Daftar Camilan Diet

Kondisi Tubuh Jika Kekurangan Kalori

Umumnya, kelebihan kalori menjadi masalah yang mayoritas dialami. Sebagian orang bahkan rela menghentikan konsumsi karbohidrat dan mengurangi lemak demi mengurangi kadar kalori dalam tubuhnya. Mengurangi kalori memang dapat membentuk tubuh ideal. Namun, kekurangan kalori pun berakibat buruk bagi kesehatan. Nah pada kesempatan kali ini kami akan membahas seputar Kondisi Tubuh Jika Kekurangan Kalori  :

  1. Sembelit

Sembelit, konstipasi atau yang juga kita sebut dengan susah buang air besar tak hanya terjadi ketika tubuh kekurangan yang namanya serat. Asupan kalori yang terlalu rendah juga dapat menghambat pencernaan untuk bekerja secara maksimal. Namun biasanya, sembelit terjadi juga karena kita jarang mengonsumsi makanan yang mengandung serat tinggi.

  1. Daya Tahan Tubuh Melemah

Ketika kalori sengaja atau tak sengaja menurun asupannya, ini berdampak pada kekurangan zat besi juga pada tubuh. Belum lagi ini juga memicu penurunan kadar proteinyang berefek pada daya tahan tubuh yang melemah. Oleh karena itu, penyakit seperti demam, batuk dan pilek jadi lebih mudah menjangkiti, atau bahkan peradangan.

  1. Mual

Keluhan mual pun berisiko tertinggi terjadi saat asupan kalori tak terpenuhi secara cukup, apalagi kalau ditambah dengan kekurangan sodium serta karbohidrat. Mual dapat diikuti dengan gejala seperti muntah-muntah di mana hal ini membuat tubuh jadi lemah dan juga cepat lelah.

  1. Memperlambat Metabolisme

Asupan kalori yang terlalu sedikit hanya akan memicu tubuh berpikir sedang berada dalam mode kelaparan yang memang berdampak pada turunnya berat badan. Hanya saja, sebagai efeknya justru metabolisme akan melambat sehingga ke depannya berat badan jadi lebih susah turun karena proses metabolisme menjadi turun.

  1. Sakit Kepala

Asupan kalori yang dikurangi bisa saja menyebabkan sakit kepala lho. Karena kalori dan karbohidrat yang berkurang, otomatis gula darah ikut menjadi rendah kadarnya sehingga tubuh mengalami defisiensi glukosa dan pada akhirnya berakibat pada tubuh yang lelah dan sering pusing. Jika alami hal seperti ini, makan yang cukup, penuhi kebutuhan kalori (tak perlu berlebihan), dan minum air putih ya.

  1. Kelelahan

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, kadar gula darah akan turun saat asupan kalori dikurangi sehingga tenaga atau energi dalam tubuh pun pasti ikut menurun. Suplai glukosa yang menurun menjadikan tubuh tak bisa memperoleh energi yang cukup untuk beraktivitas, jadi jika berkegiatan seperti biasa rasanya tenaga lebih cepat terkuras.

  1. Kehilangan Otot

Memang diet rendah kalori itu berdampak pada penurunan berat badan yang efektif, namun tanpa diimbangi dengan olahraga yang cukup, ini hanya akan membuat jaringan dan massa otot berkurang juga. Justru bukan lemak yang berkurang, melainkan otot dan air yang justru menurun, apalagi jika asupan kalori terlalu sedikit.

  1. Gangguan Tiroid

Tubuh yang memperoleh sedikit kalori juga sangat bisa memicu masalah tiroid lho. Hal ini ditandai dengan energi yang berkurang, peningkatan risiko depresi seperti munculnya gejala stres dan depresi lebih sering, hingga tubuh selalu atau sering kedinginan.