Efek Samping Diet Keto

Efek Samping Diet Keto

5 Efek Samping yang Mungkin Kamu Alami Jika Melakukan Diet Keto

Istilah diet keto atau pola makan tinggi lemak-rendah karbohidrat mungkin sudah sangat akrab di telinga kita. Banyak pula pesohor, atlet dan tokoh-tokoh lainnya yang menjalani keto. Namun sebelumnya, pahami terlebih dahulu bagaimana diet ini bekerja. Kamu perlu memahami juga ketosis atau proses dimana tubuh menggunakan lemak sebagai bahan bakar ketika tubuh membutuhkan sumber energi dari sumber yang biasanya. Biasanya, tubuh mendapatkan bahan bakar energi dari glukosa yang ditemukan dalam bentuk karbohidrat. Sumber energi tersebut kita dapatkan dalam bentuk makanan utama atau cemilan.

“Ketika ada karbohidrat, tubuh akan secada alami membakarnya untuk dijadikan energi alih-alih menggunakan lemak atau cadangan lemak tubuh,” kata Pamela Nisevich Bade MS, RD, CSSD, LD. Namun, ketika kita menghilangkan karbohidrat dari pola makan kita, tubuh akan mulai menjadikan lemak sebagai bahan bakar penghasil energi. Pada proses ini, lemak bergerak di organ hati dan memproses keton. Keton inilah yang akan dilepaskan ke aliran darah untuk dikonversi menjadi energi. Ide bahwa tubuh membakar lemak alih-alih glukosa untuk sumber energi inilah yang memicu penurunan berat badan.

Melihat kesuksesan orang-orang yang menjalani keto dalam menurunkan berat badan mungkin membuatmu tergiur mengikuti jejaknya. Namun, ada beberapa efek samping diet keto terhadap tubuh yang mungkin belum kamu ketahui. Berikut ini merupakan Efek Samping Diet Keto

1.Mudah Sembelit

Tentunya kita tahu untuk memiliki pencernaan yang lancar, kita perlu mengonsumsi makanan yang berserat. Tetapi, diet keto adalah diet dengan pola makan yang rendah karbohidrat dan mengurangi makan berserat. Ini akan membuat pencernaan jadi terhambat.

Jika masih penasaran dengan diet ini, kamu bisa mengatasi masalah ini dengan mengonsumsi serat dari makanan yang ramah keto seperti alpukat, kacang dan yang lainnya. Pastikan juga untuk minum air yang banyak.

2. Menjadi Lelah Bahkan Sakit

Berdasarkan Kristen Mancinelli, RD, penulis The Ketogenic Diet, umumnya orang yang melakukan diet keto mudah merasa pusing, nyeri, mual dan diare. Kurangnya asupan karbohidrat pada awal-awal masa diet, membuat tubuh kaget terhadap kebiasaan baru tersebut. Tenang, Bela, setelah satu sampai dua minggu tubuh dapat mulai menyesuaikan diri kok.

3. Jarang Merasa Lapar

Hormon kelaparan yaitu ghrelin dapat ditekan jika kita mengonsumsi karbohidrat dalam jumlah yang sedikit. Jadi, jangan heran ya jika kamu jarang merasa lapar pada saat diet. Entah bagaimanapun, kamu harus melawan dan tetap makan yang cukup agar tubuhmu tetap sehat.

4. Sering Merasa Haus

Bela, kamu sering nggak merasa haus pada saat diet? Ini juga terjadi dengan diet keto yang kamu lakukan lho. Minumlah air secukupnya. Ada baiknya sampai warna urinmu sampai bening, yang artinya kamu sudah cukup minum air.

5. Ginjal Menjadi Stress

Banyak yang masih salah dalam melakukan diet ini, khususnya bagi mereka yang mengonsumsi daging terlalu banyak. Memang perlu untuk menekan karbohidrat dan mengonsumsi lebih lemak yang baik, tapi tetap harus tahu batasannya. Jika terlalu banyak, tentu akan berdampak buruk untuk kesehatan ginjal. Ada baiknya kamu konsultasi dulu ke ahli gizi sebelum mengatur makanan untuk keto dietmu. Semoga kamu berhasil ya!