Diet Untuk Penderita Gagal Ginjal

Diet Untuk Penderita Gagal Ginjal

Image result for Diet Untuk Penderita Gagal Ginjal

Diet memang baik bagi tubuh. Namun khusus untuk penderita gagal ginjal, diet yang dianjurkan berbeda dengan orang yang tidak memiliki penyakit tersebut.  Gagal ginjal kronis adalah kondisi berkurang efektifnya fungsi ginjal secara perlahan-lahan yang terjadi secara progresif selama beberapa tahun, hingga akhirnya pasien memiliki gagal ginjal permanen. Diet untuk para pasien gagal ginjal mungkin berbeda-beda untuk setiap penderitanya lantaran tergantung pada situasi, fungsi ginjal, dan kesehatannya secara menyeluruh. Nah kami akan merekomendasikan beberapa Diet Untuk Penderita Gagal Ginjal yang bisa anda coba.

1. Protein

Pada penderita gagal ginjal, konsumsi makanan sumber protein dalam jumlah tinggi akan memperberat kerja ginjalnya dan memperparah kerusakan ginjal.

Selain itu, sisa metabolisme protein yang seharusnya dapat dikeluarkan melalui urine tidak bisa lagi disaring dan dibuang oleh ginjal. Oleh karena itu, pembatasan asupan protein perlu dilakukan untuk mengurangi penumpukan zat ini di dalam darah.

2. Natrium

Natrium (sodium) banyak terkandung di dalam garam. Natrium dapat menahan cairan di dalam tubuh dan meningkatkan tekanan darah. Pada penderita gagal ginjal, hal ini akan membuat jantung dan paru-paru bekerja lebih keras. Diet rendah natrium penting untuk mencegah pembengkakan organ tubuh akibat penumpukan cairan, tekanan darah tinggi, dan gagal jantung.

3. Kalium

Normalnya, kalium dibutuhkan oleh tubuh untuk pergerakan otot dan menjaga irama jantung. Sumber utama kalium antara lain bayam, buncis, apel, alpukat, pepaya, jeruk, pisang, susu dan produk olahannya, serta jenis garam tertentu.

Namun, pada penderita gagal ginjal, konsumsi kalium yang terlalu banyak bisa berbahaya. Ginjal yang rusak tidak lagi mampu menyeimbangkan kadar kalium di dalam darah, sehingga menimbulkan kondisi yang disebut hiperkalemia (tingginya kadar kalium dalam darah). Kondisi ini dapat menyebabkan kelemahan otot, gangguan irama jantung, atau bahkan serangan jantung.

4. Fosfor dan kalsium

Ginjal yang sehat akan menyaring kelebihan fosfor dari dalam darah. Jika ginjal rusak, fungsi tersebut tidak lagi berjalan dengan baik, sehingga bisa terjadi hiperfosfatemia (tingginya kadar fosfor dalam darah).

Kadar fosfor yang tinggi dapat menyebabkan gatal-gatal dan menarik kalsium dari tulang, sehingga tulang menjadi rapuh dan kalsium menumpuk di pembuluh darah, paru-paru, mata, dan jantung.

Sedangkan penumpukan kalsium (hiperkalsemia) tidak hanya dapat menimbulkan nyeri dan kelemahan otot, tapi juga sesak napas, detak jantung tidak beraturan, penurunan daya ingat, dan kerusakan ginjal lebih lanjut.

Fosfor dan kalsium banyak terkandung di dalam:

  • Daging ayam.
  • Daging unggas.
  • Daging ikan.
  • Susu dan produk olahannya, seperti keju, krim, dan mentega.
  • Kacang kedelai dan produk olahannya, seperti tahu, tempe, dan susu kacang.
  • Sayuran, seperti brokoli, kol, bayam, dan okra.
  • Minuman bersoda.

5. Cairan

Selain pengaturan menu makanan, pengaturan jumlah cairan juga sangat diperlukan pada penderita gagal ginjal kronis stadium akhir, karena konsumsi cairan dalam jumlah normal sekalipun dapat menyebabkan sesak napas akibat penumpukan cairan di paru-paru (edema paru).

Batasan cairan dihitung berdasarkan kondisi penderita, jumlah urine yang keluar, dan prosedur dialisis (cuci darah) yang digunakan. Cairan yang dimaksud bukan hanya air yang diminum, tetapi juga air yang terdapat dalam masakan dan makanan/minuman beku apabila dicairkan. Oleh karena itu, pada diet gagal ginjal, lebih disarankan makanan yang dipanggang, ditumis, atau dikukus.

Mengikuti diet gagal ginjal memang bisa terasa berat. Meski begitu, pembatasan jenis makanan tertentu sangat diperlukan untuk mengurangi penumpukan zat-zat sisa metabolisme yang berpotensi menimbulkan komplikasi dan menyebabkan kerusakan ginjal lebih lanjut.