Diet Tanpa Nasi Putih

Diet Tanpa Nasi Putih

Diet , cara menurunkan berat badan , tips diet , makanan diet , minuman diet , diet dengan cara sehat , makanan yang dapat menurunkan berat badan , hindari minuman yang mengagalkan diet , tips olahraga mengecilkan perut , Diet Tanpa Nasi Putih , Mitos Diet Yang Menaikkan Berat Badan , Manfaat Daun Singkong , Berbahaya Jika BB Turun Drastis

Diet Tanpa Nasi Putih

Cara Diet Tanpa Makan Nasi bisa menjadi salah satu pilihan jenis diet yang baik untuk anda. Nasi adalah makanan pokok bagi orang-orang Asia khususnya di Indonesia. Sebagai hasil pengolahan dari beras, dalam per 100 gram nasi putih terdiri dari kalori  sebanyak 129 kal, lemak 0.28 gr, karbohidrat 27.9 gr dan protein 2.66 gr. Sebagai sumber karbohidrat utama yang banyak dikonsumsi, nasi biasa diolah menjadi berbagai macam masakan dan biasa disantap selama tiga kali dalam sehari. Nah berikut ini kami akan memberikan anda tips cara Diet Tanpa Nasi Putih :

Mengganti Nasi Putih dengan Biji-bijian Utuh

Lebih jauh, seorang dokter ahli nutrisi ternama menyatakan bahwa mengganti 50 gram nasi putih harian dengan nasi merah (coklat) dalam jumlah yang sama ditemukan dapat menurunkan risiko diabetes tipe 2 sebanyak 16%. Dalam jumlah yang sama, penggantian nasi putih dengan gandum atau barley berkaitan dengan penurunan risiko diabetes tipe 2 hingga 36 persen.

Tidak hanya untuk menurunkan risiko terkena diabetes tipe 2, mengganti nasi putih dengan biji-bijian utuh juga disarankan bagi penderita diabetes tipe 2 itu sendiri. Hal ini dipertimbangkan karena nasi putih dapat menyebabkan gula darah naik secara mendadak. Biji-bijian utuh adalah jenis makanan yang mengandung serat terlarut. Oleh karena serat membutuhkan waktu lebih lama untuk diproses, maka gula akan dilepaskan secara perlahan-lahan sehingga kadar gula darah menjadi lebih stabil. Inilah mengapa nasi putih disarankan untuk diganti dengan nasi merah atau sumber karbohidrat lain dengan biji-bijian utuh, misalnya beras merah (coklat).

Nasi merah lebih disarankan karena mengandung lebih banyak nutrisi dan serat. Meski nasi merah dan nasi putih sebenarnya berasal dari biji yang sama, tetapi beras putih diproses dengan penggilingan yang menghilangkan lapisan dedak/sekam/kulit padi dan benihnya. Sementara pada beras merah, lapisan dedak ini tetap ada sehingga bisa menjadikannya terasa lebih keras setelah dimasak, tetapi lebih bernutrisi.

Proses pemurnian inilah yang kemudian diduga mengakibatkan beras putih disebut memiliki kadar indeks glikemik yang lebih tinggi dibandingkan beras merah. Indeks ini menunjukkan bagaimana makanan tertentu dengan cepat dapat meningkatkan kadar glukosa di dalam tubuh. Inilah sebabnya konsumsi nasi putih lebih cepat memicu naiknya kadar gula darah setelah makan. Pemrosesan ini juga mengakibatkan hilangnya sejumlah vitamin, mineral, magnesium, dan serat yang umumnya dapat berperan sebagai pelindung dari risiko diabetes.

Melengkapi Diet Tanpa Nasi

Diabetes tipe 2 berhubungan erat dengan kelebihan berat badan sehingga sangat penting untuk menjaga pola makan secara keseluruhan. Ditambah lagi, konsumsi terlalu banyak nasi putih dan sumber karbohidrat yang tidak bernutrisi lain, seperti roti putih atau kentang putih, tidak hanya meningkatkan risiko terkena diabetes, tetapi juga penyakit-penyakit lain, seperti sakit jantung dan obesitas. Di samping diet tanpa nasi, lengkapi juga menu harian Anda dengan sumber-sumber makanan berikut ini.

  • Tambahkan kacang-kacangan di dalam menu Anda.
  • Cukupi konsumsi makanan sumber vitamin C, seperti tomat, stroberi, dan anggur. Orang yang mengonsumsi cukup vitamin C diduga memiliki risiko lebih rendah terkena diabetes, terutama di usia 40-75 tahun.
  • Konsumsi sayur-sayuran hijau yang kaya magnesium, seperti bayam, untuk membantu menjaga kadar gula darah.
  • Batasi konsumsi makanan olahan, seperti kue atau camilan kemasan.

Di samping mengonsumsi makanan sehat dan segar tiap hari, olahraga teratur serta menghindari kebiasaan buruk, seperti merokok dan minuman keras, dapat mengurangi risiko diabetes tipe 2. Selain gaya hidup, seseorang yang memiliki riwayat keluarga penderita diabetes lebih berisiko mengalami diabetes juga. Orang-orang ini diharapkan lebih dini dalam menjaga gaya hidup yang lebih sehat, termasuk pola makannya.