Diet Dengan Minyak Kanola

Diet Dengan Minyak Kanola

Minyak Canola Bisa Bantu Turunkan Berat Badan, Tapi Ada Risikonya ...

Minyak Canola dapat digunakan untuk diet karena dapat membantu membakar lemak yang berlebih di dalam perut Anda. Kurang dari empat minggu Anda akan mendapatkan hasilnya secara nyata. Perut berlemak meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular dan juga dapat meningkatkan risiko untuk kondisi seperti sindrom metabolik dan diabetes. Lemak tak jenuh dalam minyak Canola dapat menurunkan lemak yang memiliki efek yang merugikan bagi kesehatan.

Pernah ada penelitian sebelumnya yang menguji efek dari minyak sayur yang berbeda-beda, selama empat minggu mencoba berbagai minyak sayur. Ternyata yang mengejutkan salah satu minyak sayur yaitu minyak Canola dapat menurunkan berat badan karena lemak hanya dalam waktu 4 minggu saja.  Para peneliti yang dilansir oleh boldsky menemukan bahwa setelah satu bulan mengikuti diet menggunakan minyak Canola, salah satu peserta yang memiliki berat lemak 11 kg kian hari lemak dalam perutnya berangsur-angsur hilang.

Minyak Canola dihasilkan dari biji tanaman Canola. Seperti pembuatan minyak sayur pada umumnya, minyak Canola dihasilkan dari bijinya yang dihancurkan kemudian diekstrak menjadi halus. Rata-rata biji canola menghasilkan 45 persen minyak. Selain bermanfaat untuk menghilangkan lemak dalam tubuh, minyak Canola juga dapat bermanfaat untuk menyehatkan jantung. Nah untuk itu berikut ini kami akan membahas Diet Dengan Minyak Kanola.

1. Minyak buatan Kanada

Diet Sehat dengan Minyak Kanola, Inilah 5 Fakta Dibaliknya 

Negara bagian Utara Amerika inilah yang pertama kali memproduksi minyak kanola. Sekitar tahun 1970, para peneliti di Kanada menciptakan minyak ini dari biji lobak.

Walaupun negara ini merupakan produsen pertama dan terbesar, tapi dilansir dari ABC News , minyak kanola terbaik di Eropa berasal dari Australia. Selain itu, banyak juga negara lain yang mengikuti jejak Kanada, seperti Kroasia.

2. Minyak Kanola punya hubungan erat dengan perang dunia kedua

Diet Sehat dengan Minyak Kanola, Inilah 5 Fakta Dibaliknya 

Minyak kanola terbuat dari biji tanaman lobak atau rapeseed. Nah, pada Perang Dunia ke-II, tanaman ini dibudidayakan untuk menghasilkan bahan bakar industri oleh Amerika. Kemudian, bahan bakar tersebut digunakan untuk membuat kendaraan perang.

Kondisi ini pun menguntungkan industri lobak di Kanada. Namun, hal ini berubah seketika setelah perang usai. Karena itu, para ilmuwan di Kanada mengolah ulang biji lobak agar bisa dikonsumsi manusia.

Dan terciptalah minyak kanola yang kini menjadi alternatif minyak goreng.

3. Minyak Kanola ya, bukan tanaman Kanola

Diet Sehat dengan Minyak Kanola, Inilah 5 Fakta Dibaliknya 

Kanola adalah nama atau brand dari produk minyak buatan Kanada ini. Nama minyak yang berasal dari biji tanaman lobak ini diambil dari kata Kanada dan Ola, yang berarti Minyak Kanada.

Karena termaksud minyak nabati, nama kanola sering dianggap sebagai nama tanaman penghasil minyak tersebut, padahal bukan.

4. Minyak Kanola, bahan bakar ramah lingkungan

Diet Sehat dengan Minyak Kanola, Inilah 5 Fakta Dibaliknya 

Selain sebagai minyak untuk memasak, minyak ini bisa digunakan sebagai bahan bakar biodiesel. Menurut ABC News, minyak kanola lebih ramah lingkungan dibanding minyak kelapa sawit.

Emisi yang dihasilkan minyak kanola pun lebih sedikit. Sehingga, minyak ini juga menjadi alternatif bahan bakar industri bagi pabrik.

5. Kontroversi minyak kanola

Diet Sehat dengan Minyak Kanola, Inilah 5 Fakta Dibaliknya 

Kandungan minyak kanola dianggap bermanfaat bagi kesehatan tubuh. Disamping itu, sebagian orang berpendapat kalau tanaman ini tidak lebih baik dari minyak goreng biasa.

Kontroversi juga terjadi diantara kubu petani kanola dan aktivis yang melindungi konsumen. Dimana, petani akan merugi apabila pemakaian minyak kanola untuk konsumsi manusia dicabut.

Sebaliknya, para aktivis menganggap minyak kanola ini berbahaya untuk dikonsumsi, karena minyak ini merupakan hasil rekayasa genetika yang tidak baik untuk kesehatan, apalagi untuk diet.