Cara Mengolah Sayuran Untuk Diet

Cara Mengolah Sayuran Untuk Diet

Image result for Cara Mengolah Sayuran Untuk Diet

Siapa bilang membuat menu diet sehat itu sulit? Ragam menu diet sebetulnya mudah dibuat dengan variasi bahan yang  sangat berlimpah ditemukan di pasaran. Menu diet sehat juga tak selalu mahal sehingga kamu juga dapat membuatnya sendiri di dapur mungilmu dan tak perlu merogoh kocek dalam untuk berlanggangan katering. Berikut ini kami akan mengajari anda berbagai Cara Mengolah Sayuran Untuk Diet :

1. Sayuran yang Dimakan Mentah

Sayuran hijau sebaiknya di makan mentah. Sayuran seperti daun selada, rocket, selada keriting, selada air dan kol dapat langsung dimakan tanpa harus dimasak lebih dahulu. Menurut penelitian, beberapa jenis sayuran yang dimakan dalam keadaan mentah memiliki kandungan gizi yang lebih tinggi dibandingkan dengan sayuran yang sudah dimasak terlebih dahulu.

Untuk mengolah sayuran yang akan dimakan dalam keadaan mentah, ada baiknya sayuran dicuci yang bersih terlebih dahulu, lalu direndam sebentar dalam air panas untuk membunuh bakteri bakteri yang merugikan.

Sesudah itu sayuran dapat langsung dimakan atau bila kamu lebih suka, kamu dapat mengolah sayuran menjadi salad. Pastikan pada saat kamu membuat bumbu salad, jangan gunakan bumbu yang tinggi lemak dan malah mengganggu program diet kamu. Ingatlah bumbu seperti mayonnaise dan thousand island mengandung kalori yang tinggi. Sebaiknya kamu menggunakan bumbu sederhana seperti bumbu vinaigrette saja.

2. Jangan Memasak Terlalu Lama

Sayuran sebaiknya tidak dimasak terlalu lama karena akan menghilangkan nilai gizinya. Beberapa jenis sayuran seperti bayam, wortel, tomat, asparagus dan jamur merupakan jenis sayuran yang lebih baik bila dimasak terlebih dahulu. Tomat yang dimasak akan meningkatkan kadar likopen di dalamnya, yaitu senyawa kimia yang menyehatkan jantung dan terbukti mengurangi resiko kanker prostat. Sementara itu, bayam yang dimasak menjadi kaya akan oksalat yang berfungsi untuk mengikat mineral dalam bayam, yaitu zat besi dan kalsium. Wortel yang dimasak juga akan menjadi kaya akan karotenoid yang merupakan zat antioksidan. Asparagus sendiri bila dimasak menjadi kaya akan polifenol yang juga merupakan senyawa antioksidan. Antioksidan dibutuhkan oleh tubuh kamu untuk menangkal radikal bebas dan mecegah kanker serta mengurangi resiko penyakit jantung.

Satu hal yang perlu kamu ingat agar tidak merusak kandungan gizi dalam sayuran adalah jangan memanaskan sayuran dengan suhu berlebih. Sebaiknya sayuran tidak dimasak dengan suhu lebih dari 70 derajat celcius. Sayuran juga sebaiknya dimasak dengan oven microwave yang hanya akan memanaskan hingga mengepul dan bukannya mendidih, sehingga membantu mempertahankan nutrisi dalam sayuran.

Bila kamu membuat sop dengan sayuran, sebaiknya biarkan air mendidih dahulu setelah itu baru masukkan sayuran untuk mencegah sayuran menjadi terlalu matang dan layu.

3. Masak Cukup untuk Sekali Makan

Sayuran sebaiknya dimasak cukup untuk sekali makan saja. Kamu harus ingat bahwa proses pemanasan akan merusak kandungan gizi dalam sayuran. Oleh sebab itu, masaklah sayuran secukupnya untuk sekali makan, sehingga kamu tidak memanaskan sayuran berulang kali. Selain itu, usahakan agar sayuran tidak dibiarkan di suhu ruangan lebih dari 4 jam.

4. Campurkan Dengan Makanan Lain

Agar kamu lebih mudah intuk memakan sayuran, kamu dapat menjadikan sayuran sebagai campuran untuk makanan kamu. Sebagai contoh, kamu bisa memasukkan 4-5 lembar daun bayam atau kubis sebagai campuran ke dalam smoothie kamu tanpa mengubah rasanya, atau kamu bisa mencampurkan sayuran ke dalam omelet kamu pada saat sarapan atau makan siang. Ini juga akan membantu kamu untuk menjaga keseimbangan nutrisi.

5. Mencuci Sayuran Hingga Bersih

Sayuran harus dicuci lebih dahulu hingga bersih. Untuk makanan yang dimakan mentah seperti lalapan dan salad, sebisa mungkin dimasukkan ke dalam air panas untuk membunuh kuman dan bakteri penyebab penyakit.

6. Memasak Dengan Suhu 70 Derajat Celcius 

Kandungan nutrisi dalam makanan mudah rusak karena panas yang berlebih. Sayuran sebaiknya tidak dimasak dalam air yang mendidih. Cara terbaik untuk memasak sayuran adalah dengan menggunakan oven microwave yang hanya memanaskan sampai suhu yang mengepul dan tidak mendidih.

7. Tidak Menyimpan Makanan Bersantan Lebih Dari 4 Jam

Makanan bersantan mudah rusak jika berada pada suhu ruangan. Untuk mencegahnya, sebaiknya makanan dimasukkan ke dalam kulkas.

Manfaat Sayuran

Kamu semua mungkin sudah mengetahui mengenai manfaat sayuran. Bahkan sebetulnya orang tua kita sudah sering mengingatkan kebaikan sayur mayur bagi kesehatan tubuh sejak kita masih balita. Marilah kita mengingat kembali manfaat dari sayuran:

1. Kaya nutrisi

Sayur mayur merupakan sumber dari berbagai macam vitamin dan mineral.

2. Mengenyangkan tapi tidak menggemukkan

Pada saat kamu lapar tapi tidak ingin makan secara berlebihan, sayuran merupakan pilihan yang paling tepat.

3. Menjaga pencernaan tubuh tetap optimal

Sayuran mengandung serat makanan dalam kadar yang tinggi, sehingga akan membantu proses pencernaan lebih lancar.

Nah, sesudah mengingat kembali akan semua manfaat sayuran, sudah pasti sayuran adalah makanan yang sangat cocok pada saat kamu melakukan diet. Jadi cobalah kamu mulai mencari sayuran yang kamu suka untuk diolah sebagai bagian dari menu diet kamu.

Untuk memulainya cobalah lain kali kamu pergi ke pasar pilihlah salah satu sayuran ini untuk kamu bawa pulang dan olah untuk menu diet kamu. Sayuran yang di sarankan adalah bok choi, brokoli, kubis, bayam, asparagus, kol, kembang kol, seledri, mentimun, terung, paprika hijau, jamur, okra, bawang Bombay, mentimun jepang dan wortel.

Jenis Sayuran yang Baik Untuk Diet

Apakah jenis sayuran  yang baik untuk diet? Pada saat mengikuti program diet, tubuh kamu tentunya memerlukan asupan nutrisi yang cukup. Oleh sebab itu pilihan terbaik adalah:

1.Bayam

Bayam merupakan sayuran hijau yang hebat. Jangan heran kalau tokoh kartun Popeye langsung menjadi sangat kuat setelah memakan semangkuk bayam. Kandungan nutrisi dalam bayam dapat membantu menjaga keseimbangan gula darah pada saat berdiet. Selain itu bayam juga kaya akan vitamin A, zat besi dan serat.

2.Brokoli

Brokoli kaya akan mineral penting yang dibutuhkan oleh tubuh seperti kalsium, selenium, magnesium, zat besi, thiamin dan potassium. Selain itu, brokoli juga kaya akan antioksidan yang membantu menangkal radikal bebas. Brokoli juga mengandung banyak serat yang membantu kamu untuk merasa kenyang lebih cepat dan mempertahankan rasa kenyang tersebut sehingga kamu tidak merasa cepat lapar.

3. Kol dan Kembang Kol

Sayuran ini mengandung vitamin C yang paling tinggi. Vitamin C sangat bermanfaat pada saat menjalankan diet karena akan mempercepat proses pembakaran lemak pada saat berolahraga. Untuk kembang kol sendiri juga merupakan sumber asam folat yang merupakan antioksidan berfungsi untuk mengurangi resiko kanker.

4. Selada hijau dan selada merah

Sayuran ini kaya akan vitamin A dan asam folat. Selain itu selada juga merupakan sumber vitamin B dan mangan yang membantu untuk mengendalikan gula darah dan meningkatkan daya tahan tubuh.

5. Wortel

Kandungan karoten yang tinggi dalam wortel dapat membantu meningkatkan metabolism dan proses pembakaran lemak. Wortel juga kaya akan kalsium pektat yang berguna untuk menurunkan kadar kolesterol dalam darah. Selain itu wortel juga kaya akan serat sehingga akan membantu untuk menurunkan nafsu makan.

6. Asparagus

Asparagus kaya akan folat yang berfungsi untuk mencegah diabetes mellitus dengan melawan resistensi insulin. Karena kaya akan serat, asparagus akan membantu dalam program diet karena akan mempertahankan rasa kenyang dalam waktu yang lebih lama. Selain itu asparagus juga kaya akan vitamin B.

Tips dalam membeli sayuran

1. Pilihlan Sayuran yang Segar

Pada saat membeli sayuran, utamakan untuk memilih sayuran yang segar. Sayuran kaleng dan sayuran yang dibekukan dapat juga menjadi pilihan, tapi sebaiknya kamu membeli sayuran yang segar.

2. Pilih Sayuran Organik

Sayuran organik ditanam tanpa menggunakan pestisida dan pupuk kimiawi, menjadikannya lebih alami dan baik bagi tubuh. Sebisa mungkin pilihlah sayuran organik yang biasanya memiliki label pada sayuran tersebut. Bila kamu belanja di pasar tradisional, kamu dapat memilih sayuran yang tampak ada lubang bekas gigitan ulat.

3. Kenali Warna Sayuran

Kandungan gizi dalam sayuran bisa dicermati dari warnanya. Semakin pekat warnanya berarti kandungan gizi di dalam sayuran semakin tinggi. Warna sayuran hijau yang berwarna hijau tua misalnya mencerminkan tingginya kandungan gizi dalam sayuran tersebut. Selain itu juga membuktikan bahwa sayuran tersebut masih dalam keadaan segar.

Begitulah Cara Mengolah Sayuran Untuk Menu Diet yang baik. Bagaimana menurut kamu? Apakah kamu sudah siap untuk menjalani program diet kamu? Coba ikuti cara-cara di atas untuk mendapatkan hasil diet yang maksimal.