Cara Menghentikan Kebiasaan Makan Berlebih

Cara Menghentikan Kebiasaan Makan Berlebih

Diet , cara menurunkan berat badan , tips diet , makanan diet , minuman diet , diet dengan cara sehat , makanan yang dapat menurunkan berat badan , hindari minuman yang mengagalkan diet , tips olahraga mengecilkan perut , Diet Tanpa Nasi Putih , Mitos Diet Yang Menaikkan Berat Badan , Manfaat Daun Singkong , Berbahaya Jika BB Turun Drastis , Air Putih Bisa Menurunkan Berat Badan , Manfaat Tepung Jagung Untuk Diet , Makanan Berkalori Rendah Untuk Diet , Efek Samping Makanan Berkalori Tinggi , Fakta dan Mitos Manfaat Minum Air Hangat , Makanan Penyebab Diabetes , Pola Makan Mencegah Jaringan Otot Lemah , Cara Menghentikan Kebiasaan Makan Berlebih , Penyebab Dan Cara Mengatasi Anak Obesitas , Makanan dan Buah Untuk Asam Lambung , Manfaat Konsumsi Suplemen , Efek Jika Anak Mengonsumsi Minuman Berenergi , Chia Seeds , Makanan Penambah Stamina

Cara Menghentikan Kebiasaan Makan Berlebih

Kebiasaan makan banyak tanpa terkendali bisa jadi alasan utama mengapa berat badan tidak juga turun, bahkan bertambah terus-terusan. Masalahnya, kita seringkali tidak sadar sudah mengasup kalori banyak karena perut masih juga lapar atau mulut masih ingin terus mengunyah. Nah bila ingin menghentikan kebiasaan “makan tanpa sadar” tersebut, Anda bisa mencoba Cara Menghentikan Kebiasaan Makan Berlebih , seperti beberapa tips yang akan kami berikan berikut ini :

  • Sadari apa yang membuatmu kelebihan makan. Saat sudah menyadarinya, kamu bisa mulai mencari cara untuk memastikan bahwa dirimu sudah tidak lapar. Dengan begitu, kamu bisa lebih teguh untuk mengendalikan makan. Berikut adalah beberapa faktor yang membuat kita bisa kelebihan makan.
  • Emosional. Sebagian orang memilih makan sebagai respons emosi, dengan kata lain bukan karena rasa lapar. Seringkali tujuannya untuk membuat nyaman, mengusir rasa bosan, marah, resah, kesepian, kelelahan, tegang, stres, atau depresi.
  • Sosial. Kelebihan makan bisa terjadi ketika berada di sekeliling orang-orang yang sedang makan. Kamu jadi terpancing untuk ikut makan bersama mereka.
  • Situasional. Kamu makan karena ada kesempatan, misalnya sedang melewati toko roti dan akhirnya jadi tertarik untuk makan roti.
  • Fisiologis. Kelebihan makan juga bisa disebabkan oleh faktor fisik, misalnya kamu kelaparan karena melewatkan sarapan, sehingga bernafsu untuk makan banyak, atau kamu cenderung makan untuk menghilangkan sakit kepala maupun sakit lainnya.
  • Bila keinginan makanmu disebabkan oleh salah satu faktor di atas, cobalah minum segelas air dan tunda makan selama 10 menit. Gunakan 10 menit itu untuk berjalan kaki, melakukan pemanasan, membaca majalah, mengobrol, latihan pernapasan atau aktivitas ringan lainnya yang bisa mengalihkan keinginan makan. Dengan begitu, kamu menjadi lebih peka dengan kebutuhan diri yang sebenarnya.

Langkah ini dapat membantu membuat waktu makanmu tidak dikendalikan oleh stres. Secara bertahap, tingkatkan waktu tunda tersebut menjadi 15 menit, kemudian 20 menit, dan seterusnya.

  • Terkadang, langkah mengalihkan keinginan makan di atas belum cukup untuk mengelola kebiasaan makan karena stres. Kamu memerlukan latihan relaksasi, meditasi, atau konseling dengan psikolog untuk mengatasi masalah emosi yang membuatmu kelebihan makan.
  • Perhatikan asupan gula dan garam. Bila kamu benar-benar menginginkan makanan manis, ambilah potongan yang kecil dan makan secara perlahan-lahan. Nikmati tiap gigitannya. Sementara untuk makanan yang asin, pilihlah yang rendah garam atau natrium, seperti kacang tanpa garam. Bacalah informasi kandungan gizi pada kemasan.
  • Nikmati makananmu secara optimal. Jauhkan dulu komputer, telepon genggam, dan segala gawaimu untuk beberapa saat. Jangan makan sambil bekerja atau menonton televisi, agar kamu bisa menikmati makananmu. Ini adalah kesempatan untuk mengistirahatkan pikiran. Selama makan, cobalah meresapi kelaparan dan kepuasanmu. Sebagai hasil tambahan, kini kamu bahkan bisa menjadi lebih produktif setelah makan.

Setiap ingin makan atau mengonsumsi camilan, pilihlah makanan sehat. Simpanlah makanan sehat di rumahmu dan hindari makanan yang tidak sehat, seperti makanan olahan, makanan yang tinggi lemak jahat atau mengandung banyak gula, garam, dan bumbu penyedap buatan (MSG) yang terkait dengan obesitas.